Health Empowerment: Health Service Strategies to Poor Community Around Conserved Forest

  • Muria Herlina Department of Social Welfare, Faculty of Social and Political Science, Bengkulu University, Indonesia
Keywords: empowerment, health, poverty, conserved forest

Abstract

This research was done in Central Bengkulu District, in suburbs of Semidang Bukit Kabu within conserved forest area. Poverty and isolation were the causes of low access to health services. This weakness requires a strategy through health empowerment. This research purpose was to explore the benefits of community empowerment activities in health as healthy house renovation, doctors visiting to village and free medical treatment and integrated service for elderly by Community Economic Zone (CEZ)-CSR PT. Pertamina. It uses qualitative method to produce descriptive data on public health phenomena related to forests society. There were 11 informants selected by purposive sampling. The data was collected by observation, in-depth interviews and FGD. The research found that informants were elementary school-senior high school students, aged 21-57 years, and came from the Rejang and Serawai tribes, work as coffee plantation farmers, oil palm plantation cultivators and coal vehicle drivers. Their income was IDR 150,000 up to IDR 275,000 per week. The family member were 4-6 person, most of them had semi-permanent and permanent houses, legacy from parent or rent. Diseases often found were hypertension, rheumatic, malaria/typhoid, diabetes, dyspepsia, respiratory diseases, dermatitis, and common cold. The research found that most of them supported the health empowerment program, with various phenomena and meanings from informants. The poor in conserved forest areas need health services through community empowerment in health sector.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almasri, dan Deswimar D. (2013). Peran Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pembangunan Pedesaan. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Fahrudin Adi (2012). Pengantar Kesejahteraan Sosial, PT. Rafika Aditama, Bandung.

Choiria I, Hanafi I, Rozikin M. 2014. Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan Melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi pada LMDH Salam Jatiluhur KPH Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik (JAP); 3(12): 2112-7.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat (2009). Program P4K Dalam Rangka Menurunkan AKI. Depkes RI 2009.Jakarta

Dewi IN. 2018. Kemiskinan Masyarakat Sekitar Hutan dan Program Perhutanan Sosial. Info Teknis EBONI: 15(2): 65 – 77

Fahrudin Adi (2010). Pemberdayaan, Partisipasi dan Penguatan Kapasitas Masyarakat, PT. Humaniora, Bandung.

Haldane V, Chuah FLH, Srivastava A, Singh R, Koh GCH, et al. 2019. Community participation in health services development, implementation, and evaluation: A systematic review of empowerment, health, community, and process outcomes..PLOS ONE.)

Herlina Muria dan Prawito Priyono (2019). Pemberberdayaan Masyarakat Miskin di Pedesaan Terisolir (dampak kegiatan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Bina Lingkungan CSR PT.Pertamina di Desa Kota Niur Kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah, Idea Press Yogyakarta.

Herlina Muria, Prawito Priyono dan Suminar Panji (2018). Strategi Penanggulangan Kemiskinan, PT.Muara Karya (Anggota IKAPI), Surabaya.

Huraerah Abu (2011). Pengorganisasian & Pengembangan Masyarakat, Model dan Strategi Pembangunan berbasis kerakyatan, Humaniora, Bandung.

Idris Fachmi (2014). Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/045504ea0d87b5e.pdf

Intarti WD dan Khoria SN. 2018 .Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia. Jhe-S; 2(1): 111-23

Kamida. K ( 2018). Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4k) Sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu, Beranda,  Vol 16, No 1 (2018) https://www.jurnal.stikes-aisyiyah.ac.id/index.php/gaster/article/view/245

Karno, Adi Rukminto Isbandi, Laksmono Shergi (2017). Analisis Pengaruh Faktor Organisasi Dan Faktor Individu Terhadap Kualitas Pelayanan Puskesmas Studi Pada Puskesmas Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen - Provinsi Jawa Tengah, Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Jilid 18, nomor 1, April 2017, 34-47

Leimena, Gany RA, Arsyad M. 2012. Tipologi Kemiskinan Masyarakat yang Bermukim di Dalam dan di Sekitar Kawasan Hutan di Kabupaten Mamasa. Jurusan Perencanaan Dan Kebijakan Pembangunan Pertanian Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin

Martha Evi dan Kresno Sudarti (2016) Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Bidang Kesehatan,  PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Mengko VV, Kandou GD, dan Massie RGA. 2015. Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Manado. JIKMU; 5(2b): 479-90.

Murti  Dewa, Fathorraz Moehammad dan Muslihatinningsih Fivien (2017).  Faktoryang MempengaruhiPendapatan KeluargaMiskin di KecamatanMaesan, KabupatenBondowoso, e-JournalEkonomi Bisnis danAkuntansi, 2017,VolumeIV(2): 182 -186

Neuman W Lawrence (2016) Metode Penelitian Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif, Edisi 7, PT Indeks Jakarta.

Nainggolan Olwin , Hapsari Dwi dan Indrawati Lely (2016). Pengaruh Akses ke Fasilitas Kesehatan terhadap Kelengkapan Imunisasi Baduta (Analisis Riskesdas 2013), Media Litbangkes, Vol. 26 No. 1, Maret 2016, 15 – 28.

Nugraha Fajar Moh (2015). Dampak Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Desa Gucialit Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang,  Kebijakan dan Manajemen Publik ISSN 2303 - 341X Volume 3, Nomor 2, Mei-Agustus 2015

Nurske Ragnar (1952). Problem of Capital Formation in Underdeveloped Countries, Oxford: Bazil Blacwell

Noor M. (2011) Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmiah CIVIS: I(2).

Notoatmodjo  Soekitjo (2007), Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta

Paiman S. Soemantono, Suhardono (2014). Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan. Buletin PenelitIan Sistem Kesehatan; 7(1): 1-13.)

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 20 18 Tentang Jaminan Kesehatan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2016 Tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Suharjito Didik (2017). Kesejahteraan Masyarakat Pinggiran Hutan, Dewan Kehutanan Nasional, ttps://indonesiana.tempo.co/read/116700/2017/09/19/suharjito/ diakses 11 Agustus 2018.

Soekanto Soerjono (1982).  Sosiologi : Suatu Pengantar, Rajawali Press, Jakarta

Suwarni L, Selviana, Sarwono E, dan Ruhama U. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Melalui PENKES (Pendidikan dan Kesehatan) untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat. Jurnal Abdimas Mahakam; 2(1).

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Winarwan D. 2011. Kebijakan Pengelolaan Hutan, Kemiskinan Struktural  dan Perlawanan Masyarakat. Kawistara; 1(3) : 213-24

Yusuf Muri (2016).  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan, Prenada Media Group, Jakarta.
Published
2019-12-21
How to Cite
Herlina, M. (2019) “Health Empowerment: Health Service Strategies to Poor Community Around Conserved Forest”, Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities (MJSSH), 4(8), pp. 45 - 53. doi: 10.47405/mjssh.v4i8.330.
Section
Articles