Tradisi Wiridan Masyarakat Banjar Sesudah Salat Fardu: Studi Varian dan Rujukan

  • Akhmad Sagir Department of Islamic Psychology , Faculty of Islamic Theology and Humaniora, UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia
  • Mubarak Mubarak Department of Islamic Psychology , Faculty of Islamic Theology and Humaniora, UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia
Keywords: tradisi, wirid, wiridan, varian

Abstract

Wirid yang diamalkan hampir tidak ada perbedaan mendasar di antara jama’ah masjid di Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan, namun ketika diperhatikan lebih seksama maka ada terdapat perbedaan dalam susunan atau urutan bacaannya. Hal ini tentu saja sangat erat kaitannya dengan apa yang menjadi rujukan mereka atau siapa yang menjadi ikutan mereka dalam membaca wiridan tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan rujukan kitab atau ulama yang diikuti terhadap tertib urutan bacaan wirid yang masyarakat Kalimantan Selatan amalkan untuk menemukan varian dan rujukannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan melalui observasi ke lokasi penelitian (Masjid yang berada di Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih HST, Masjid Raya Amuntai dan Mushalla Syi’arul Mu’minin, Masjid al-Karamah Martapura dan Mushalla al-Raudhah Sakumpul dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin) untuk melihat secara langsung praktik pembacaan wirid di masjid-masjid tersebut, baik bacaannya ataupun susunan pembacaannya. Peneliti juga melakukan wawancara untuk mendalami temuan dalam observasi dan sejarah praktik wiridan itu, ditambah dengan dokumenter untuk mencari sejarah masjid dan perjalanan pengelolaan masjdi-masjid tersebut yang terkait dengan pembacaan wirid. Data-data yang telah terkumpul ditelaah secara seksama untuk diklasifikasikan sesuai dengan tujuan, kemudian dianalisis secara diskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan, bahwa wirid yang dibaca oleh masyarakat Banjar di Kalimantan selatan semuanya merujuk kepada kitab-kitab para ulama yang berdasarkan hadis-hadis sahih dan minimal hasan, sementara variannya dapat dinyatakan mencapai lima (5) bentuk yang teridentifikasi mayoritas pada tertib atau urutan bacaannya bukan pada lafaz yang dibaca, walaupun ada pada dibaca atau ditinggal oleh sebagian yang lain. Hal ini terjadi disebabkan adanya pengiktirafan kepada tokoh (ulama) yang berpengaruh di masyarakat untuk diikuti. Bahkan ada antara masjid yang berubah tertib bacaan wiridnya setelah kedatangan seorang ulama yang dianggap panutan masyarakat luas di sekitarnya. Jadi ketokohan seorang ulama sangat banyak pengaruhnya terhadap praktik keagamaan masyarakat Banjar, khususya dalam masalah tradisi wiridan setelah shalat.

Statistics
Abstract views: 114 , PDF downloads: 1067

Downloads

Download data is not yet available.

References

AL-Qur’an al-Karim

Abdullah Karim, Membahas Ilmu-Ilmu Hadis, (Banjarmasin: Comdes Kalimantan, 2005)

Abd al-Râuf al-Sinkîlî, Umdat al-Muhtajîn ila Suluk Maslak al-Mufradîn.

Abī Bakr Aẖmad ibn al-Husain ibn ‘Alī al-Baihaqī, al-Sunan al-Kubrā, juz 4 (Bairūt: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003)

Abū al-Husain Muslim ibn al-Hajjāj al-Naisābūrī, Shaẖīẖ Muslim, juz 1, tahqīq Muhammad Fu’ad ‘Abd al- Bāqī, (Bairut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991)

Abū Dāwud Sulaimān ibn al-Asy’ats al-Sijistānī, Sunan Abī Dāwud, juz 2, tahqīq Muẖammad Maẖy al-Dīn ‘Abd al-Hamīd, (Bairūt: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, t.th).

Abū ‘Abdillah Muẖammad ibn Yazīd ibn Mājah al-Qazwinī, Sunan Ibn Mājah, juz 1, tahqīq oleh Muẖammad Fu’ad ‘Abd al-Bāqī (t.t: Dār Ihyā al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th).

Abū ‘Abdillāh Muẖammad ibn Ismā’īl al-Bukhārī, al-Jāmi’ al-Shaẖīẖ, juz 4, taẖqīq Muẖammad Fu’ad ‘Abd al-Bāqī dkk, (Kairo: al-Maktabah al-Salafiyyah, 1400 H)

Abū al-Qāsim Sulaimān ibn Aẖmad al-Thabrānī, al-Mu’jam al-Kabīr, juz 20, tahqīqHamdī ‘Abd al-Majīd al-Salafī, (Qairo: Maktabah Ibn Taimiyyah, t.th).

Abū Nu’aim Aẖmad ibn ‘Abdillāh al-Ashfahānī, Hilyat al-Awliyā` wa Thabaqāt al-Ashfiyā`, juz 5 (Bairūt: Dār al-Fikr, 1996).

Aẖmad ibn Hanbal, Musnad al-Imām Aẖmad ibn Hanbal, juz 37, tahqīqSyu’aīb al-Arnā`ūth, (Bairut: Mu`sasat al-Risālah, 2001).

“AKMY: Wirid Selepas Solat & Terjemahan,” diakses 8 Agustus 2019, http://akmy69. blogspot.com /2013/05/wirid-selepas-solat-terjemahan.html.

Al-Albānī, Shaẖīẖ al-Jāmi’ al-Shaghīr wa Ziyādah ‘al-Fatẖ al-Kabīr’, juz 1 (Bairūt: al-Maktabah al-Islāmī, 1988), cet ke 3.

Al-Albānī, Shaẖīẖ al-Targhīb wa al-Tarhīb, juz 2 (Riyādh: Maktabah al-Ma’ārif, 2000)

Alfani Daud, Islam dan masyarakat Banjar (Raja Grafindo Persada, 1997)

‘Alwī ibn ‘Abd al-Qādir al-Saqqāf, Takhrīj Aẖādīts wa Ātsār Kitāb Fī Zhilāl al-Qur’ān, (Riyādh: Dār al-Hijrah, 1995).

Al-Palembani, Abdus Samad, Hidayat al-Salikin, Singapura,

Hasan Hasan, Islaam dan Budaya Banjar di Kalimantan Selatan, ITTIHAD 14, (29 Desember 2016) https://doi.org/10.18592/ittihad.v14i25.865

J. J. Ras, Hikajat Bandjar: A Study in Malay Historiography (Martinus Nijhoff, 1968).

Kamrani Buseri, “Sepintas Masuknya Islam Di Borneo,” Desember 2009, 65–66.

M. Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historisitas?, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996)

Muhammad Ramli, “Fatimah, Perempuan Pengarang Kitab Kuning dari Banjar,” Alif.ID (blog), 17 Februari 2018, https://alif.id/read/muhammad-ramli/fatimah-perempuan-pengarang-kitab-kuning-dari-banjar-b207243p/.

Muẖammad ibn ‘Isa ibn Sūrah al-Tirmidzī, al-Jāmi’ al-Kabīr, juz 1, tahqīqBasyar ‘Awwād Ma’rūf, (Bairūt: Dār al-GhArab al-Islāmī, 1996).

Mujiburrahman, M. Zainal Abidin, dan Rahmadi., Ulama Kharismatik di Tanah Banjar: Potret Guru Danau, Guru Bachiet, dan Guru Zuhdi (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2016).

Ibn Hajar al-‘Asqalānī, Tahdzīb al-Tahdzīb fī Rijāl al-Hadīts, juz 7 (Bairūt: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004)

Muẖammad ibn ‘Abd al-Raẖman ibn ‘Abd al-Raẖīm al-Mubārakfūrī,Tuẖfat al-Aẖwadzī bi Syarẖ Jāmi’ al-Tirmidzī, juz 2 (Bairūt: Dār al-Fikr, t.th).

Muẖammad ibn Shāliẖ al-‘Utsaimīn,Syarẖ Riyādh al-Shāliẖīn Min Kalām Sayyid al-Mursalīn, juz 5 (Riyādh: Dār al-Wathn, 1462 H).

Muẖammad Nāshir al-Dīn al-Albānī (selanjutnya ditulis al-Albānī), Shaẖīẖ Sunan Abī Dāwud, juz 5 (Kuwait: Gharās, 2002)

M. Suriansyah Ideham et. al, Sejarah Banjar (Banjarmasin: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, 2007).

Perpustakaan Nasional, Enksiklopedi Islam, juz 7 (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2005)

Tarekat syattariyah nusantara, Jurnal Studi Keislaman, Volume 17 Nomor 2 (Desember) 2013

Yusūf al-Qardhawī, Bagaimana Memahami Hadis Nabi SAW,  terj. Muhammad al-Baqir. (Bandung: Mizan, 1994)
Published
2020-01-30
How to Cite
Sagir, A. and Mubarak, M. (2020) “Tradisi Wiridan Masyarakat Banjar Sesudah Salat Fardu: Studi Varian dan Rujukan”, Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities (MJSSH), 5(1), pp. 82 - 92. doi: https://doi.org/10.47405/mjssh.v5i1.352.
Section
Articles